Al-Qur’an mengajarkan kepada umat Islam tentang beberapa prinsip hidup dan kehidupan duniawi yang harus menjadi pegangan hidup setiap muslim.
- Hendaknya setiap Muslim yakin akan keagungan, kebesaran, keadilan, dan kasih sayang Allah SWT. Mereka tidak boleh berputus asa untuk meraih rahmat dan kasih sayang-Nya, tapi Allah juga Maha adil untuk memberikan balasan dan imbalan atas segala perbuatan kebajikan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, dan Allah pun Maha kasih dan Maha sayang kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengharapkan kasih sayang-Nya. Allah Maha Kasih dan Maha Sayang, dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya mengatasi segala sifat-sifat-Nya yang lain.
- Setiap Muslim hendaknya yakin bahwa beserta kesulitan selalu ada kemudahan, sepanjang manusia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkanya. Tidak ada penderitaan yang abadi sepanjang kehidupan manusia di dunia ini. Resep yang di berikan Al-Qur’an : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu selalu ada kemudahan. Maka apabila kamu selesai (dari penderitaan), maka berdiri tegaklah kamu untuk melaksanakan (urusan) yang lain, dan pada Tuhanmu hendaklah kamu mengharap balasannya.” (Q.S. Al-Insyirah, 94:5-8)
- Apa-apa yang terjadi bagi diri seseorang tidak lepas dari qodho dan qodar Allah SWT yang sekaligus sebagai akibat dari amal dan usaha dirinya. Kesuksesan adalah karena kasih sayang Allah SWT kepada seseorang dan sekaligus sebagai imbalan atas kebaikannya. Ada pula kesuksesan yang justru sebagai akibat dari kemarahan Tuhan kepada seseorang. Dan Tuhan mengancam akan menyiksanya. Demikian juga kegagalan, penderitaan, dan kepahitan hidup, tidak lepas dari qodho dan qodar Allah yang mungkin sebagai balasan atas kealpaan dan kesalahan orang yang mengalaminya.
- Kegagalan dan kesuksesan, kepahitan dan kemanisan hidup adalah bagian dari ujian kehidupan. Orang yang syukur atas nikmat yang diberikan Allah adalah mereka yang kuat Imannya, lulus ujian hidupnya, dan mereka akan memperoleh tambahan nikmat dari-Nya. Orang yang sabar atas musibah, derita, dan kesulitan, adalah orang yang kuat imannya, lulus dalam hidupnya dan akan dihapus dosa dan kesalahannya.
- Setiap Muslim harus menyadari akan kelemahan dirinya, keterbatasan ilmu pengetahuannya. Manusia sering mengambil sesuatu keputusan yang merugikan dirinya, atau tidak mengambil satu keputusan yang akan menguntungkannya, kadang-kadang manusia mencintai sesuatu padahal itulah yang akan mencelakakannya. Kadang-kadang mereka membenci sesuatu yang justru dapat membahagiakannya. Demikian diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Al-qur’anulkarim.
- Tidak sedikit orang yang memperoleh kesuksesan hidup justru setelah ia memperoleh sejumlah kepahitan hidup. Banyak pula orang yang mendapat sejumlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan. Ada orang yang untung karena musibah dan ada yang rugi justru karena sukses. Musibah dan derita yang sering menimpa seseorang ternyata mengandung hikmah pelajaran dan keberuntungan. Tidak salah kalau ada satu nasehat : “Bahwa dalam setiap kejadian senantiasa terdapat hikmah pelajaran yang dapat di manfaatkan”. Bukanlah sesuatu yang mustahil apabila kegagalan dan kepahitan hidup yang menimpa pada seseorang justru merupakan proses awal untuk memperoleh kesuksesan dan kemenangan.
- Kehidupan duniawi itu sering dihiasi oleh kepalsuan dan permainan. Orang yang jujur terkubur, orang yang jahat malah naik pangkat. Orang yang sabar terkapar, dan orang yang berdosa malah dapat bintang jasa. Keadilan yang sungguh-sungguh hanya dapat dirasakan dalam kehidupan di akhirat kelak. Apa-apa yang dilakukan oleh seseorang di dunia sekarang tidak akan lepas dari pengawasan, pencatatan, dan perhitungan di masa yang akan datang.


1 komentar:
makasih infonya..
lay-outnya bagus.. ^_^ ajarin doonkk...
rima juga pngn ngembangin blog tp msh gaptek.hehe..
Posting Komentar